Simalungun.Sumatera Utara.siber Simalungun.id
" PTPN IV Regional II melalui Unit Kebun Bah Jambi mulai memacu program ketahanan pangan melalui pilot project penanaman kedelai. Penanaman perdana dilaksanakan Jumat (28/08/2026) di areal perkebunan yang berada di Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
" Program pengembangan kedelai tersebut menargetkan areal hingga 1.000 hektare, dengan tahap awal penanaman seluas 40 hektare.
" Kegiatan penanaman perdana turut dihadiri Danramil 10/Tanah Jawa Kapten Inf. Suheri bersama lima personel, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, SE, Manajer Tanaman Budi Darmawan, Manajer PKS Ari Gunawan, Askep Rayon A. Rahmad, perwakilan Kapolsek Tanah Jawa Brigadir Bayu, perwakilan Camat Tanah Jawa Rinaldi Samosir, serta jajaran lainnya.
" Manager: 40 Hektare Jadi Tahap Awal
Manajer Tanaman PTPN IV Regional II Bah Jambi, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa penanaman perdana seluas 40 hektare merupakan bagian dari pilot project menuju target pengembangan kedelai 1.000 hektare.
" Program tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan produksi yang optimal, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga harus dikawal mulai dari pemeliharaan, pertumbuhan tanaman hingga masa panen.
" Danramil: TNI Dukung Program Ketahanan Pangan
Sementara itu, Danramil 10/Tanah Jawa Kapten Inf. Suheri turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut.
" Kehadiran TNI bersama lima personel dalam kegiatan penanaman perdana merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan pihak perkebunan dalam mengembangkan komoditas pangan.
" Program penanaman kedelai ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus dikawal hingga menghasilkan panen yang maksimal dan mampu mendukung ketersediaan pangan.
" Dengan dimulainya penanaman 40 hektare, PTPN IV Regional II Bah Jambi kini memulai langkah menuju target 1.000 hektare pengembangan kedelai, sekaligus menjadikan areal perkebunan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan."
( Rijal )
